BEKASIGRID.COM – Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi optimistis pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang akan menjadi tonggak baru dalam pengelolaan sampah modern di Indonesia. Optimisme tersebut disampaikan usai meninjau fasilitas pengolahan sampah milik Wangneng Environment Co., Ltd. di China.
Menurut Sardi, pembangunan PSEL Bantargebang sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak hanya berorientasi pada pengolahan sampah dan produksi energi listrik, tetapi juga harus memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat Kota Bekasi.
“Saya berharap ada transfer knowledge bagi masyarakat Indonesia, terlebih bagi warga Kota Bekasi. Selain itu, proyek ini juga harus mampu membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal,” ujar Sardi Effendi, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, kawasan PSEL nantinya dirancang tidak hanya sebagai lokasi pengolahan sampah berbasis teknologi, tetapi juga menjadi kawasan terpadu yang dilengkapi berbagai fasilitas publik.
Sejumlah fasilitas seperti lapangan sepak bola, kolam renang, jogging track, hingga sarana olahraga lainnya direncanakan hadir sehingga kawasan PSEL dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik yang modern dan ramah lingkungan.
Menurut Sardi, konsep tersebut diharapkan mampu mengubah wajah Bantargebang menjadi kawasan yang lebih tertata, sekaligus menjadi simbol kemajuan Kota Bekasi dalam pengelolaan lingkungan berbasis teknologi.
Selain mendorong manfaat bagi masyarakat, Sardi menegaskan DPRD Kota Bekasi akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap seluruh proses pembangunan proyek PSEL agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“DPRD Kota Bekasi akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar seluruh proses pembangunan berjalan sesuai aturan serta menerapkan prinsip good governance, sehingga investasi yang masuk dapat berlangsung secara transparan,” katanya.
Ia berharap proyek PSEL Bantargebang tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi, lingkungan, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Bekasi.
(ADV/Humas DPRD Kota Bekasi)






