BEKASIGRID – Ia mengaku heran mendengar kabar ada sekolah di Kota Bekasi yang menolak program tersebut. Padahal, menurutnya, MBG dirancang untuk pemenuhan gizi anak-anak Indonesia demi melahirkan SDM unggul.
“MBG ini program nasional supaya anak-anak sekolah dapat gizi yang bagus. Seharusnya jangan ditolak,” kata Oloan.
Ia menegaskan, program MBG punya manfaat besar karena membantu anak-anak sekolah mendapatkan makanan sehat tanpa biaya tambahan.
“Ini kan bagus, agar anak-anak kita gizinya tercukupi. Jangan ditolak, terima saja, apalagi gratis,” lanjutnya.
Oloan menambahkan, informasi adanya penolakan sekolah akan dibahas lebih lanjut di Komisi IV DPRD Kota Bekasi.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiasih, Erlinda Matondang, juga mengaku heran karena beberapa sekolah negeri di Bekasi menolak program MBG tanpa alasan jelas.
Berdasarkan data Badan Gizi Nasional per 5 Agustus, Kota Bekasi sudah memiliki 28 SPPG dengan penerima manfaat mencapai 98 ribu jiwa. Rata-rata satu SPPG melayani sekitar 3.500 orang. (ADV/Humas Setwan DPRD Kota Bekasi)






