KPAD Kota Bekasi: Korban yang Berani Lapor Pelecehan Seksual adalah Pahlawan

bekasigrid.online/ – Ketua KPAD Kota Bekasi, Novrian, menyampaikan pesan kuat kepada para korban kekerasan seksual, khususnya anak-anak, agar tidak takut untuk melapor. Ia menegaskan, keberanian korban untuk berbicara justru menjadi langkah penting dalam melindungi orang lain.

“Korban yang berani melapor adalah pahlawan. Karena dengan melapor, mereka membantu memutus rantai predator kekerasan seksual,” ujar Novrian.

Bacaan Lainnya

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah mencuatnya dugaan kasus pelecehan seksual di SMPN 4 Kota Bekasi. Dalam kasus tersebut, sejumlah korban diduga masih mengalami trauma sehingga belum berani menempuh jalur hukum.

Menurut Novrian, kondisi psikologis korban menjadi faktor utama yang harus diperhatikan dalam penanganan kasus kekerasan seksual. Rasa takut, malu, hingga tekanan dari lingkungan sering kali membuat korban memilih untuk diam.

“Kita tidak bisa memaksa korban. Tapi kita harus hadir memberikan penguatan, pendampingan, dan memastikan mereka merasa aman,” katanya.

Ia menjelaskan, KPAD Kota Bekasi berkomitmen memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban, baik secara psikologis maupun dalam proses hukum jika korban sudah siap melapor. Pendampingan tersebut juga melibatkan keluarga agar proses pemulihan berjalan optimal.

Dalam praktiknya, pendekatan yang dilakukan tidak selalu harus formal. KPAD bahkan membuka kemungkinan untuk mendatangi langsung korban ke rumah, guna menciptakan suasana yang lebih nyaman.

“Kalau korban belum berani datang, kita yang datang. Yang penting mereka merasa aman dan didengar,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Selain pendampingan, KPAD juga mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap korban kekerasan seksual. Selama ini, stigma negatif kerap menjadi hambatan besar bagi korban untuk berbicara.

Novrian menegaskan, korban seharusnya tidak disalahkan, melainkan didukung. Ia mengajak masyarakat untuk melihat keberanian korban sebagai tindakan yang patut diapresiasi.

“Kita harus ubah cara pandang. Jangan stigma korban. Justru mereka adalah pahlawan karena berani melawan dan melindungi orang lain,” tegasnya.

Ia menambahkan, keberanian satu korban untuk melapor dapat membuka jalan bagi korban lain yang mengalami hal serupa. Dengan begitu, potensi terjadinya kekerasan berulang dapat ditekan.

Di sisi lain, KPAD juga aktif melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk meningkatkan kesadaran tentang bahaya kekerasan seksual. Edukasi ini mencakup pemahaman tentang batasan perilaku, hak anak, serta pentingnya melapor jika mengalami atau mengetahui kejadian kekerasan.

Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang yang melindungi anak secara menyeluruh.

Novrian juga mengajak semua pihak, termasuk orang tua, guru, dan masyarakat, untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan seksual pada anak. Dukungan dari lingkungan sekitar menjadi kunci dalam membantu korban keluar dari trauma.

“Kalau kita ingin memutus rantai kekerasan seksual, semua pihak harus terlibat. Tidak bisa hanya mengandalkan satu lembaga,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, ia kembali menegaskan bahwa keberanian untuk melapor bukanlah hal yang memalukan, melainkan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri dan orang lain.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa dalam setiap kasus kekerasan seksual, keberanian korban adalah langkah awal menuju keadilan.

Pos terkait