BEKASIGRID – Pemerintah Kota Bekasi, melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA), memastikan Jalan Perjuangan di Bekasi Utara resmi masuk program rekonstruksi tahun 2025. Hal ini merupakan tindak lanjut atas banyaknya aduan masyarakat serta hasil monitoring tim penilik jalan.
Fakta proyek rekonstruksi Jalan Perjuangan:
-
Panjang jalan yang diperbaiki: 2 kilometer
-
Pelaksana: Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat
-
Durasi pengerjaan: 150 hari kalender
-
Waktu pelaksanaan: 30 Juli – 28 Desember 2025
-
Lokasi: Bekasi Utara, Kota Bekasi
“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul selama pekerjaan berlangsung. Kami mengimbau masyarakat agar dapat menggunakan jalur alternatif,” tulis Dinas BMSDA Kota Bekasi dalam keterangannya.
Kondisi Jalan Perjuangan memang sudah lama dikeluhkan. Permukaan jalan berlubang, bergelombang, dan rawan menimbulkan kecelakaan. Warga yang rutin melintas di jalur ini menilai rekonstruksi sangat mendesak, mengingat jalan tersebut merupakan penghubung utama antara Bekasi Utara dengan pusat kota.
Pihak Pemprov Jawa Barat menegaskan, rekonstruksi ini bagian dari program perbaikan infrastruktur perkotaan strategis. Tujuannya tidak hanya mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga memperlancar arus transportasi sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Sejumlah warga menyatakan siap bersabar menghadapi kemacetan dan rekayasa lalu lintas selama pengerjaan berlangsung. “Lebih baik repot sebentar daripada rusak terus,” ujar Fadli, warga Bekasi Utara.
Target akhir Desember 2025 menjadi harapan bersama agar proyek ini benar-benar tuntas sesuai jadwal. Dengan begitu, Jalan Perjuangan bisa kembali berfungsi optimal sebagai jalur vital kota, sekaligus mengurangi deretan keluhan yang selama ini kerap muncul.






