Pemkab Bekasi Siapkan Dua Skema Atasi Sampah TPA Burangkeng, Libatkan Pihak Ketiga dan PSEL

bekasigrid.online/ – Pemerintah Kabupaten Bekasi menyiapkan dua skema strategis untuk mengatasi persoalan sampah di TPA Burangkeng. Langkah ini ditempuh untuk mempercepat penanganan tumpukan sampah sekaligus membangun sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengatakan, skema pertama dilakukan melalui kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola sampah yang sudah ada, baik sampah lama maupun yang saat ini terus menumpuk.

Bacaan Lainnya

“Kerja sama ini sedang dalam proses. Mudah-mudahan dalam minggu ini perjanjian sudah bisa diselesaikan,” ujar Endin saat menyampaikan amanat apel pagi ASN di Plaza Pemkab Cikarang Pusat, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, kolaborasi dengan pihak ketiga menjadi langkah cepat untuk mengurangi volume sampah yang selama ini membebani TPA Burangkeng. Penanganan sampah eksisting dinilai penting agar kapasitas tempat pembuangan tidak semakin kritis.

Endin menambahkan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi juga akan terlibat dalam percepatan realisasi kerja sama tersebut. DPRD dijadwalkan mengundang mitra yang telah disepakati guna memastikan proses berjalan sesuai rencana.

“Koordinasi terus dilakukan agar pelaksanaan di lapangan bisa segera berjalan,” katanya.

Sementara itu, skema kedua yang disiapkan adalah melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan mengubah sampah menjadi sumber energi alternatif.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Bekasi akan melibatkan pihak Danantara yang bertugas mengelola sampah baru yang masuk ke TPA.

“Berdasarkan hasil rapat terbatas dengan Menko Pangan, Kabupaten Bekasi ditetapkan untuk melaksanakan proses lelang PSEL pada bulan ini,” jelas Endin.

Ia menyebutkan, proyek PSEL memiliki nilai investasi yang cukup besar dan diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di Kabupaten Bekasi.

Dengan memanfaatkan teknologi pengolahan modern, sampah tidak hanya ditangani, tetapi juga diubah menjadi energi listrik yang memiliki nilai ekonomis.

Kombinasi dua skema tersebut dinilai sebagai pendekatan komprehensif. Di satu sisi, kerja sama dengan pihak ketiga akan fokus pada penyelesaian masalah sampah yang sudah menumpuk. Di sisi lain, PSEL akan menangani aliran sampah baru agar tidak kembali menumpuk di masa mendatang.

Pemerintah Kabupaten Bekasi optimistis langkah ini dapat mengatasi persoalan sampah di TPA Burangkeng secara bertahap.

Masalah sampah di wilayah ini memang telah lama menjadi perhatian publik, terutama terkait kapasitas TPA yang semakin terbatas serta dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Endin juga mengapresiasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup serta perangkat daerah terkait yang dinilai aktif mendorong percepatan program penanganan sampah.

Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan implementasi dua skema tersebut.

“Dengan sinergi ini, mudah-mudahan penanganan sampah di Burangkeng bisa kita atasi,” tandasnya.

Pos terkait