BEKASIGRID – Program layanan perbankan berbasis kemitraan yang dihadirkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Agen BRILink telah memberikan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bekasi. Dengan konsep branchless banking yang memungkinkan masyarakat melakukan transaksi keuangan di lokasi-lokasi dekat pemukiman, Agen BRILink kini menjadi peluang usaha yang menjanjikan bagi banyak pemilik toko dan pedagang kecil.
BRI Kantor Cabang (KC) Cikarang mencatat hingga 18 November 2025 terdapat 517 agen BRILink aktif yang tersebar di wilayahnya. Jaringan yang luas ini tidak hanya memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru bagi warga yang ingin meningkatkan pendapatan. Para pemilik UMKM dapat memanfaatkan ruang usaha mereka sebagai titik layanan BRILink, sehingga kunjungan pelanggan meningkat dan potensi penjualan semakin besar.
Salah satu kisah sukses yang menjadi inspirasi adalah Agen BRILink Asnarisa milik Bu A’as yang berada di Pasar Kojengkang, Desa Cikarageman, Kecamatan Setu. Ia memulai usaha kecil di pasar tradisional, namun setelah menjadi agen BRILink, arus pengunjung semakin ramai. “Alhamdulillah sejak menjadi Agen BRILink pendapatan keluarga meningkat. Selain komisi transaksi, toko saya juga jadi lebih ramai karena warga sekalian belanja. Saya juga senang bisa membantu warga sekitar agar tidak jauh-jauh ke bank,” ungkapnya.
Keuntungan finansial bagi agen berasal dari berbagai sumber, salah satunya komisi dari setiap transaksi. Transaksi yang dimaksud meliputi tarik tunai, setor tunai, transfer, pembayaran listrik, PDAM, BPJS, pembelian pulsa, hingga berbagai transaksi digital yang semakin meningkat kebutuhannya. Dengan jumlah pengguna layanan digital yang terus bertambah, potensi pendapatan bagi agen BRILink juga meningkat secara konsisten.
Bukan hanya itu, BRI juga menyediakan fasilitas dana talangan Bank Raya yang dapat dimanfaatkan agen untuk mengelola kebutuhan modal kerja, terutama untuk memenuhi permintaan sektor tarik tunai yang cukup besar. Fasilitas ini membantu agen agar tetap mampu melayani masyarakat tanpa kendala keterbatasan modal.
Dari sisi UMKM, menjadi Agen BRILink memberikan efek ganda. Selain mendapatkan komisi, agen juga merasakan peningkatan omset dari usaha utama karena pengunjung yang datang untuk bertransaksi biasanya juga membeli kebutuhan lain seperti sembako, pulsa, alat rumah tangga, atau jajanan pasar. Hal ini membuat BRILink tidak hanya menjadi layanan keuangan, tetapi juga katalisator pertumbuhan usaha kecil di tingkat lokal.
Program Agen BRILink juga mendukung upaya pemerintah dalam memperluas inklusi keuangan, terutama di daerah yang akses banknya terbatas. Masyarakat yang sebelumnya enggan datang ke bank karena lokasi jauh kini bisa merasakan layanan perbankan dengan jarak yang lebih dekat, lebih cepat, dan lebih murah. BRI KC Cikarang menegaskan bahwa perluasan jaringan agen akan terus dilakukan, terutama ke wilayah-wilayah dengan aktivitas UMKM yang tinggi.
Dengan keberhasilan para agen, termasuk contoh nyata seperti Bu A’as, BRILink telah menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat Kabupaten Bekasi. Program ini bukan hanya menghadirkan layanan keuangan yang mudah, tetapi juga membuka pintu bagi ribuan keluarga untuk mendapatkan peluang pendapatan tambahan yang berkelanjutan. BRI KC Cikarang berharap model kemitraan seperti ini akan terus diminati oleh pelaku UMKM, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas.
